Sebagai motor penggerak “FP2ST“selalu aktif dalam upaya sosialisasi kegiatannya dalam misinya sebagai forum yang memberikan perhatikannya kepada usaha-usaha pelestarian pencak silat “tradisional”.
Atas undangan management D- Radio yang berfrekuensi 103.4 FM, disambut baik oleh FP2TS untuk memenuhi undangan tersebut, apalagi ini baru kali pertama bagi FP2TS menghadiri acara On-Air selama 1 Jam penuh.
“Undangan dari radio lain di Jakarta sebenarnya juga datang kepada FP2ST” Tutur Iwan Setiawan salah satu anggota FP2ST menjelaskan. “Karena kesibukan anggota FP2ST, banyak undangan tersebut yang tidak bisa kami penuhi, semoga bila ada waktu yang tepat seperti di D-Radio kami akan sangat senang hadir mengisi acara tersebut apalagi niat ini bertujuan untuk memperkenalkan pencak silat yang sesungguhnya. “kata Iwan.
Pada Tanggal 10 Juni 2007 di Acara kongkow bareng yang di udarakan dari jam 14.00 wib sampai dengan 15.00 wib di hadiri oleh anggota FP2TS antara lain, Eko Hadi sebagai coordinator, Luri Darmawan ( Kioss.com), Bambang Sarkoro, Alda M. Amtha, Yudhi, Yanweka, Kiki, Wiwit dan Iwan Setiawan, di asuh oleh Mbak Nana sebagai team penyiar di D-Radio.
Perbincangan santai seputar dunia pencak silat, kegiatan dan upaya pelestrian silat tradiosional menjadi topic yang hangat di perbincangkan, termasuk juga kegiatan dalam dunia maya ( Internet ). “dalam kehidupan nyata kami berlatih dan berkumpul di padepokan pencak silat TMII Jakarta setiap hari sabtu” kata Kiki menjawab pertanyaan seputar kegiatan offline, dan di tambah dengan pernyataan Pak Bambang sarkoro yang dikenal sebagai guru dari gerak badan Margaluyu yang menjelaskan mengenai pesilat harus cerdas, “pesilat harus cerdas lahir dan batin, gerakan silat dan teknik silat adalah gerakan manusia yang cerdas dalam melakukan olahraga ini, dan kecerdasan ini harus selalu di olah “ ujur pak bambang dengan santai.
Satu jam berlalu, acara di tutup dengan kesimpulan dari Eko hadi dan Alda “bahwa kita butuh SDM yang berpendidikan tinggi terutama dari generasi muda yang masih memiliki rasa kecintaan dengan salah satu budaya bangsa ini, karena tampa adanya peran pemuda mungkin saja suatu saat silat akan punah dan di kuasai oleh Negara lain, kasian sekali anak dan cucu kita kelak kalau ingin belajar silat harus pergi ke luar negeri yang memang lebih memberikan perhatian kepada pencak silat yang kaya akan esensi dalam olahaga beladiri’ ujur eko serius.
Secara umum acara kemarin mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari pendengar setia D-radio yang umumnya adalah generasi muda, dari sms dan telpon yang masuk kita bisa menilai bahwa image pencak silat memang masih perlu di luruskan kembali, terutama image klenik, mistik, gaib dan semacamnya, hal yang terpenting adalah kandungan pencak silat sebagai beladiri yang praktis dan kaya akan teknik yang juga sangat menyehatkan sebagai olahraga maupun beladiri. Semoga dengan usaha-usaha ini pencak silat yang dari lahir kampong ini menjadi olahraga tradisional yang dapat di terima dan di cerna dengan lebih baik, dan image yang selama ini kurang pas bisa di luruskan menjadi image yang lebih baik. (YANWK)
Team Liputan Milis SilatIndonesia
Gambar : MR. Yudhi dan Mr. Alda
|